Sabtu, 31 Maret 2012

Psikologi Perkembangan " Kesehatan Mental "

Pengertian Psikologi Perkembangan
Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.
Menurut beberapa para ahli, ada beberapa fase atau periodisasi psikologi perkembangan individu, yaitu:
1. Periodisasi yang berdasar biologis.
Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Pembagian Aristoteles didasarkan atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. Fase-fase tersebut yaitu a) Fase anak kecil : 0 – t th, b) Fase anak sekolah: 7 – 14 th yaitu masa mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin, dan c) Fase remaja : 14 – 21 th
2. Periodisasi yang berdasar psikologis.
Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan psikologis adalah Oswald Kroch. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan sebagai dasar pembagian masa-masa psikologi perkembangan, karena beliau yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. Fase-fase tersebut yaitu: a) Dari lahir sampai masa “trotz”( kegoncangan) pertama: kanak-kanak awal. b) Trotz pertama sampai trotz kedua : masa keserasia bersekolah. c) Trotz kedua sampai akhir remaja: masa kematangan
3. Periodisasi yang berdasar didaktis.
Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam “Developmental Psycology to day”(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam “Developmental Psycology”(1980) tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan pembagian periodisasinya.
Berikut periodisasi berdasarkan didaktis menurut Elizabeth B. Hurlock :
a) Masa sebelum lahir (pranatal): 9 bulan
b) Masa bayi baru lahir (new born): 0-2 minggu
c) Masa bayi (babyhood): 2 minggu- 2 th
d) Masa kanak-kanak awal (early childhood):2-6 th
e) Masa kanak-kanak akhir (later chilhood): 6-12 th
f) Masa puber (puberty) 11/12 – 15/16 th
g) Masa remaja ( adolesence) : 15/16 – 21 th
h) Masa dewasa awal (early adulthood) : 21-40 th
i) Masa dewasa madya(middle adulthood): 40-60 th
j) Masa usia lanjut (later adulthood) : 60-…..

Tahap perkembangan moral Kohlberg
Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya seperti yang diungkapkan oleh Lawrence Kohlberg. Teori ini berpandangan bahwa penalaran moral, yang merupakan dasar dari perilaku etis, mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Kohlberg menggunakan cerita-cerita tentang dilema moral dalam penelitiannya, dan ia tertarik pada bagaimana orang-orang akan menjustifikasi tindakan-tindakan mereka bila mereka berada dalam persoalan moral yang sama. Kohlberg kemudian mengkategorisasi dan mengklasifikasi respon yang dimunculkan ke dalam enam tahap yang berbeda. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional.Teorinya didasarkan pada tahapan perkembangan konstruktif; setiap tahapan dan tingkatan memberi tanggapan yang lebih adekuat terhadap dilema-dilema moral dibanding tahap/tingkat sebelumnya.

Tahapan-tahapan
Tingkat 1 (Pra-Konvensional)
1. Orientasi kepatuhan dan hukuman
2. Orientasi minat pribadi
Tingkat 2 (Konvensional)
3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas
( Sikap anak baik)
4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial
( Moralitas hukum dan aturan)
Tingkat 3 (Pasca-Konvensional)
5. Orientasi kontrak sosial
6. Prinsip etika universal
( Principled conscience)

Pra-Konvensional
Tingkat pra-konvensional dari penalaran moral umumnya ada pada anak-anak, walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung. Tingkat pra-konvensional terdiri dari dua tahapan awal dalam perkembangan moral, dan murni melihat diri dalam bentuk egosentris.
Tahap pertama, individu-individu memfokuskan diri pada konsekuensi langsung dari tindakan mereka yang dirasakan sendiri. Sebagai contoh, suatu tindakan dianggap salah secara moral bila orang yang melakukannya dihukum. Semakin keras hukuman diberikan dianggap semakin salah tindakan itu Sebagai tambahan, ia tidak tahu bahwa sudut pandang orang lain berbeda dari sudut pandang dirinya. Tahapan ini bisa dilihat sebagai sejenis otoriterisme.
Tahap dua, menempati posisi apa untungnya buat saya, perilaku yang benar didefinisikan dengan apa yang paling diminatinya. Dalam tahap dua perhatian kepada oranglain tidak didasari oleh loyalitas atau faktor yang berifat intrinsik. Kekurangan perspektif tentang masyarakat dalam tingkat pra-konvensional, berbeda dengan kontrak sosial (tahap lima), sebab semua tindakan dilakukan untuk melayani kebutuhan diri sendiri saja. Bagi mereka dari tahap dua, perpektif dunia dilihat sebagai sesuatu yang bersifat relatif secara moral.
Konvensional
Tingkat konvensional umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. Orang di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat. Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral.
Tahap tiga, seseorang memasuki masyarakat dan memiliki peran sosial. Individu mau menerima persetujuan atau ketidaksetujuan dari orang-orang lain karena hal tersebut merefleksikan persetujuan masyarakat terhadap peran yang dimilikinya. Mereka mencoba menjadi seorang anak baik untuk memenuhi harapan tersebut.
Tahap empat, adalah penting untuk mematuhi hukum, keputusan, dan konvensi sosial karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat. Penalaran moral dalam tahap empat lebih dari sekedar kebutuhan akan penerimaan individual seperti dalam tahap tiga; kebutuhan masyarakat harus melebihi kebutuhan pribadi.
Pasca-Konvensional
Tingkatan pasca konvensional, juga dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Akibat ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membuat tingkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional.
Tahap lima, individu-individu dipandang sebagai memiliki pendapat-pendapat dan nilai-nilai yang berbeda, dan adalah penting bahwa mereka dihormati dan dihargai tanpa memihak. Permasalahan yang tidak dianggap sebagai relatif seperti kehidupan dan pilihan jangan sampai ditahan atau dihambat.
Tahap enam, penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak menggunakan prinsip etika universal. Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan untuk tidak mematuhi hukum yang tidak adil. Hak tidak perlu sebagai kontrak sosial dan tidak penting untuk tindakan moral deontis. Keputusan dihasilkan secara kategoris dalam cara yang absolut dan bukannya secara hipotetis secara kondisional.

Selasa, 20 Maret 2012

Konsep Kesehatan Mental

KESEHATAN MENTAL
1. Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya !
Sehat menurut Fromm adalah ahli teori pertama yang di bicarakan sampai sekarang , yang menyamakan kesehatan psikologis dengan kebahagiaan . kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat , bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan (seperti pandangan Allport dan Rogers). Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan tingkat-tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah di cap seseorang.
TYPE : health models
Subtypes : healthy environments subjectives or lay models of health ecological models of health social-ecological health models
Example : Salutogenesis
TYPE : Health behavior models (Antonovsky)
Subtypes : cognitive health behavior models locus of control models behavioral intention
Example : health beliefs model (Becker)
- Theory of reasion action models (Fishbein&Ajzen)
- Theory of planned behavior (Ajzen&Madden)
- Theory of social behavior (1977-Triandis)
- Protection motivation theory (Rogers)
- Social-cognitive health behavior Theory
TYPE : Health promotion
Subtypes : Applied health models
Examples : Social-ecological models of health education
TYPES : Health education models
Subtypes : Health education planning models
Example : PRECEDE (1980-Green et all)
- Compregensive health education models (Sullivan)
- Model for health education planning (Ross&Mico)
- Health education promotion planning models (1987-Dignan&Carr)


2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental !
Psikologi kesehatan adalah salah satu bagian dari psikologi klinis yang dikenal dengan istilah “medical psychology”, dan sekarang selalu di kaitkan dengan “behavioral medicine”. Dasar pemikiran Psikologi kesehatan adalah adanya hubungan antara pikiran manusia (mind) dan tubuhnya. Definisi behavioral medicine adalah integrasi dari ilmu perilaku dengan praktik dan ilmu kedokteran (Miller dalam phares 1992).
Walaupun sudah di usulkan hampir 20 tahun yang lalu definisi ini masih tetap banyak di gunakan dalam beberapa literature. Definisi psikologi kesehatan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Psikologi kesehatan menyangkut bagian khusus dari bidnag ilmiah psikologi yang memfokuskan pada studi perilaku yang memiliki kaitan dengan kesehatan dan penerapan dari kesehatan ini.
2. Penekan pada peran perilaku yang normal di dalam mempromosikan kesehatan (promosi kesehatan dan pencegahan dasar) pada level mikro,meso dan makro, dan menyembuhkan penyimpangan kesehatan.
3. Banyak bidang psikologi yang berbeda dapat memberikan sumbangan kepada bidang psikologi kesehatan.
Matarazzo (Smet,1994) mengatakan bahwa tugas psikologi kesehatan adalah mengidentifikasi faktor resiko penyakit, patogen, dan imunogen yang paling banyak terjadi, dan interaksi diantaranya, untuk menerangkan, dan untuk memprakasai pertumbuhan perilaku secara tepat.
- Sudah lama diakui bahwa kesehatan di pengaruhi oleh macam-macam faktor .
Schimdt dkk (1990) memberikan suatu tinjauan model kesehatan yang digunakan dalam psikologi kesehatan , ada tiga jenis model kesehatan yaitu:
a. Model kesehatan (health models)
b. Model perilaku kesehatan (health behavior models)
c. Model pendidikan atau promosi kesehatan (health promotion and education models)
3. Bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang !
a. Jelaskan menurut teori perkembangan kepribadian Erikson .
Erik Erikson mengembangkan teori tahapan perkembangan psikososial . Teori berisi delapan tahapan perkembangan sepanjang rentang kehidupan. Masing-masing tahapan terdapat krisis pribadi yang berbeda. Masing-masing tahapan juga terdapat pembelajaran utama atau virtue apabila mampu melewati krisis.

Tabel Tahap Perkembangan Psikoseksual & Psikososial

Tahap Psikoseksual Usia Tahap Psikososial Nilai
Oral lahir sampai 12-18 bulan Basic trust vs Mistrust Hope
Anal 12-18 bulan sampai 3 thn Autonomy vs Shame & Doubt Will
Phalic 3 thn sampai 6 thn Initiative vs Guilt Purpose
Latency 6 thn sampai remaja Industry vs Inferiority Skill
Genital Remaja sampai dewasa Identity vs Identity confusion Fidelity
Awal
Dewasa awal Intimacy vs Isolation Love
Paruhbaya Generativity vs Stagnation Care
Dewasa Akhir Integrity vs Despair Wisdom








b. Jelaskan menurut teori perkembangan kepribadian Freud.
Teori psikoseksual Freud mengemukakan bahwa perilaku manusia dimotivasi oleh dorongan alam bawah sadar ( unconscious ). Psikoanalisis merupakan terapi yang memberikan pencerahan ke dalam konflik emosional alam bawah sadar.
Karakteristik Kepribadian :
Id : menekankan prinsip kesenangan
Ego : menekankan pada prinsip realitas
Superego : mengikuti norma-norma sosial yang berlaku

Tahap-Tahap Perkembangan
Anak melewati serangkaian tahap secara dinamis berlainan bersama lima tahun pertama kehidupan, kemudian selama suatu periodelima atau enam tahun berikutnya periode laten dinamika tersebut kurang lebih menjadi stabil. Dengan adanya masa adolesen, dinamika itu muncul kemudian secara bertahap menjadi tenang ketika remaja memasuki masa dewasa. Bagi Freud tahun-tahun kehidupan yang hanya beberapa itu memiliki peranan yang menentukan bagi pembentukan kepribadian.
Masing-masing tahap perkembangan selama lima tahun pertama di tentukan oleh cara-cara reaksi suatu zona tubuh tertentu. Adapun fase-fase tersebut ialah :
Tahap Usia Konflik Muncul
Oral Lahir sampai 15 bulan Menghisap & menyusui
Anal 12-18 bulan sampai 3 tahun Toillet training
Phalic 3 sampai 6 tahun Attachment pada orang tua
Latency 6 sampai remaja Sosialisasi
Genital Remaja sampai dewasa Kematangan seksualitas

4. Jelaskan apa itu kepribadian sehat !

Kepribadian Sehat Psikoanalisa dan Behavioristik
Pada dasarnya kedua teori ini sama-sama mengabaikan potensi/kodrat manusia. Akan tetapi ada beberapa perbedaan juga yang sangat mendasar. Sebagai berikut :

1. Psikoanalisa
• Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini
• Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
• Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
• Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif
• Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
Dalam aliran Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id,ego,superego, mimpi dan masa lalu.

2. Behaviorisme yaitu :
• Mementingkan faktor lingkungan
• Menekankan pada faktor bagian
• Menekankan pada tingkah laku yang nampak dengan mempergunakan metode obyektif.
• Sifatnya mekanis
• Mementingkan masa lalu
manusia diperlukan sebagai mesin, layaknya alat pengatur panas yang mengatur semuanya. Aliran ini menganggap manusia yang memberikan respons positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia dianggap tidak memiliki sikap diri sendiri. Dan ciri-cirinya yaitu : tersusun baik, teratur dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup dan krativitas.

Sehat secara psikologis kebanyakan termotivasi oleh proses yang di sadari, mempunyai perluasan atas rasa tentang diri, berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain, menerima diri mereka apa adanya, mempunyai persepsi realistis mengenai dunia serta memiliki wawasan humor dan filosofi kehidupan yang menyeluruh.





Sumber : Ardani,T.A.,Rahayu,I.T.,Sholichatun,Y .2007. Psikologi klinis.Yogyakarta:Graha ilmu
Baihaqi,MIF.2008.Psikologi perkembangan.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya
Desmita.2010.Psikologi pertumbuhan.Bandung:PT.Remaja Rosdakarya

Konsep Kesehatan Mental

KESEHATAN MENTAL
1. Jelaskan apa itu konsep sehat beserta dimensinya !
Sehat menurut Fromm adalah ahli teori pertama yang di bicarakan sampai sekarang , yang menyamakan kesehatan psikologis dengan kebahagiaan . kebahagiaan merupakan suatu bagian integral dari kepribadian sehat , bukan suatu hasil sampingan yang terjadi kebetulan (seperti pandangan Allport dan Rogers). Kebahagiaan merupakan hasil dari kehidupan produktif dan membantu serta memajukan tingkat-tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Kebahagiaan sungguh-sungguh merupakan suatu bagian dari kehidupan sehat sehingga dapat diambil sebagai bukti dari tingkat kesehatan psikologis yang telah di cap seseorang.
TYPE : health models
Subtypes : healthy environments subjectives or lay models of health ecological models of health social-ecological health models
Example : Salutogenesis
TYPE : Health behavior models (Antonovsky)
Subtypes : cognitive health behavior models locus of control models behavioral intention
Example : health beliefs model (Becker)
- Theory of reasion action models (Fishbein&Ajzen)
- Theory of planned behavior (Ajzen&Madden)
- Theory of social behavior (1977-Triandis)
- Protection motivation theory (Rogers)
- Social-cognitive health behavior Theory
TYPE : Health promotion
Subtypes : Applied health models
Examples : Social-ecological models of health education
TYPES : Health education models
Subtypes : Health education planning models
Example : PRECEDE (1980-Green et all)
- Compregensive health education models (Sullivan)
- Model for health education planning (Ross&Mico)
- Health education promotion planning models (1987-Dignan&Carr)


2. Jelaskan mengenai sejarah perkembangan kesehatan mental !
Psikologi kesehatan adalah salah satu bagian dari psikologi klinis yang dikenal dengan istilah “medical psychology”, dan sekarang selalu di kaitkan dengan “behavioral medicine”. Dasar pemikiran Psikologi kesehatan adalah adanya hubungan antara pikiran manusia (mind) dan tubuhnya. Definisi behavioral medicine adalah integrasi dari ilmu perilaku dengan praktik dan ilmu kedokteran (Miller dalam phares 1992).
Walaupun sudah di usulkan hampir 20 tahun yang lalu definisi ini masih tetap banyak di gunakan dalam beberapa literature. Definisi psikologi kesehatan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Psikologi kesehatan menyangkut bagian khusus dari bidnag ilmiah psikologi yang memfokuskan pada studi perilaku yang memiliki kaitan dengan kesehatan dan penerapan dari kesehatan ini.
2. Penekan pada peran perilaku yang normal di dalam mempromosikan kesehatan (promosi kesehatan dan pencegahan dasar) pada level mikro,meso dan makro, dan menyembuhkan penyimpangan kesehatan.
3. Banyak bidang psikologi yang berbeda dapat memberikan sumbangan kepada bidang psikologi kesehatan.
Matarazzo (Smet,1994) mengatakan bahwa tugas psikologi kesehatan adalah mengidentifikasi faktor resiko penyakit, patogen, dan imunogen yang paling banyak terjadi, dan interaksi diantaranya, untuk menerangkan, dan untuk memprakasai pertumbuhan perilaku secara tepat.
- Sudah lama diakui bahwa kesehatan di pengaruhi oleh macam-macam faktor .
Schimdt dkk (1990) memberikan suatu tinjauan model kesehatan yang digunakan dalam psikologi kesehatan , ada tiga jenis model kesehatan yaitu:
a. Model kesehatan (health models)
b. Model perilaku kesehatan (health behavior models)
c. Model pendidikan atau promosi kesehatan (health promotion and education models)

Kamis, 22 Desember 2011

review jurnal

Latar Belakang Teori

Kemajuan internet tidak hanya memberikan keuntungan tetapi juga dampak yang buruk. Salah satu bentuk negative aspek ini ialah penggunaan internet yang berlebihan, meningkat secara dramatic. Kecanduan internet disebut addictional disorder, tidak bisa mengontrol penggunaan internet, penggunaan internet yang berlebih dan compulsive internet use ( Kim,2008). Gejala yang sering terlihat dari terlalu asiknya kita bermain internet, tidak bisa mengontrol pemakaian internet tersebut, dll. Selain itu internet juga memiliki aspek positif seperti informative, mudah digunakan, banyak kegunaan dan menyenangkan tetapi untuk seorang yang berlebihan menggunakan internet keuntungan menjadi kurang berarti. Beberapa penelitian menghubungkan pengguna internet dengan meningkatnya permasalahan psikologi seperti depresi dan kesepian. Penggunaan internet di turki meningkat tajam dan menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari hari. Penggunaan internet yang sehat ialah penggunaan internet yang memiliki jumlah waktu penggunaan yang masuk akal dan tidak mengganggu kognitif atau prilaku. Morahan-Martin dan Schumacher membagi pemasalahan penggunaan internet seperti terlalu sering menggunakan internet, kegagalan untuk mengontrol penggunaan internet, permasalahan serius yang dihasilkan dari penggunaan internet.Young mengidentifikasi kecanduan internet seperti selalu online selama 38 jam atau lebih per minggu, yang paling besar ialah dalam chat room dan akhirnya kecanduan internet itu menghancurkan hubungan keluarga, hubungan pacaran dan pekerjaan. Kecanduan internet juga dideskripsikan sebagai phatologi internet, yaitu terjadi jika individu tidak bisa mengkontrol penggunaan internet yang mengakibatkan permasalahan psikologis, dunia social, sekolah atau pekerjaan didalam kehidupan orang tersebut.




Metode
Metode yang digunakan ialah pengolahan data, demographics : bagian ini berisi pertanyaan tentang gender partisipan dan penggunaan internet harian. Metodenya berapa questioner yang terdiri dari 8 pertanyaan , jika ada yang menyatakan setuju kepada kurang dari 5 pertanyaan , maka mereka termasuk kedalam pengguna internet yang normal.

Hasil dan Pembahasan
Hasil didapat dari mahasiswa yang menggunakan internet di Turki

1. Hasil tentang penggunaan internet dengan psychiatric symptom
Mahasiswa yang termasuk dalam somatic symptom ialah yang sering menggunakan internet 0-1 jam. Penggunaan internet harian sampai 0-1 dan 2-3 jam perhari termasuk dalam interpersonal sensitivition symptom dan paranoid ideation symptom. Penggunaan internet harian depression symptoms dan anxiety symptoms lebih dari 0-1 jam. Penggunaan internet harian hostility anxiety symptom, psycoticism symptom dan phobic anxiety symptom memiliki 0-1, 2-3, 4-5 jam perhari penggunaan internet.

2. Hasil tentang kecanduan internet dengan psychiatric symptom
9 kriteria psychiatric symptom secara signifikan berhubungan dengan dampak buruk dari kecanduan internet melalui T-Test. T-test menunjukkan bahwa semua nilai dari symptom dari 9 dimensi scl-90-R sangat tinggi dalam kelompok kecanduan internet dan memiliki nilai yang rendah apabila termasuk didalam yang tidak kecanduan internet.

Pembahasan

Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa yang menggunakan internet 6 jam perhari dilaporkan cenderung termasuk dalam psychiatric symptom dibanding mahasiswa yang tidak. Tujuan utama penelitian ini ialah, meneliti hubungan antara kecanduan internet dengan kadar gejala psychiatric. Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungannya antara penggunaan internet dan psychiatric symptoms seperti depresi, obsessive compulsive, dll. Seseorang yang kecanduan dan tidak kecanduan internet terlihat dari perbedaan yang signifikan didalam hubungan interpersonal. Individu dengan ketagihan internet memiliki kepribadian pemalu, dan perasaan tidak nyaman terhadap gender dan sangat mudah merasa disakiti (sensitive). Mahasiswa yang kecanduan internet kurang memiliki tanggung jawab terhadap permasalahan sekolah dan terisolasi oleh dunia social.



TOJET: The Turkish Online Journal of Educational Technology – January 2011, volume 10 Issue 1

Rabu, 30 November 2011

Kegunaan Internet Bagi Psikologi









Analisis Alamat Web :

Web ini menurut saya cukup bagus karena memuat berbagai macam artikel tentang psikologi, mulai dari olahraga, klinis, kesehatan dll yang semuanya dilihat dari presepktif psikologi. Permasalahan permasalahan yang dibahas disini dikemukakan oleh beberapa ahli psikologi, disertai juga dengan refrensi buku, jadi artikel yang dimuat serta pemecahan masalahnya dapat di percayai. Disini juga menyediakan konsultasi terhadap permasalahan permasalahan yang dialami, yang nantinya langsung dijawab oleh ahli psikologi


Sumber : e-psikologi.com
desymutiarafajar.blogspot.com

Jumat, 30 September 2011

Pengertian Internet

Pengertian Internet
Internet bisa didefinisikan network komputer yang menjadi penghubung pengguna komputer dengan pengguna komputer lainnya serta dapat berhubungan dengan komputer di sebuah wilayah ke wilayah di penjuru dunia, dimana di dalam jaringan tersebut mempunyai berbagai macam informasi serta fasilitas layanan internet.
Internet merupakan sistem global jaringan komputer yang berhubungan menggunakan standar Internet Protocol Suite untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Ini adalah jaringan dari jaringan yang terdiri dari jutaan jaringan pribadi, umum, akademik, bisnis, dan jaringan pemerintah, dari lokal ke lingkup global. Internet juga dapat didefinisikan sebagai interkoneksi seluruh dunia komputer dan jaringan komputer yang memfasilitasi sharing atau pertukaran informasi di antara pengguna.
Elektronik mail (E-mail) fitur ini dipakai sebagai media berkirim surat dengan orang lain, tanpa ada batasan waktu, ruang bahkan birokrasi dunia maya yakni kegiatan mencari data atau informasi tertentu di internet Catting fasilitas ini digunakan untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang lain di internet. Pada umumnya fasilitas ini sering digunakan untuk bercakap-cakap atau ngobrol di internet world wide web (www) dengan world wide web (www) ini kita bisa mengambil, memformat, dan menampilkan informasi.
Mailing list fitur ini digunakan untuk dapat berdiskusi secara elektronik dengan menggunakan E-mail ke sesama pengguna email. Mailing list ini digunakan untuk bertukar infomasi, pendapat yang digunakan untuk berkoferensi jarak jauh, sehingga kita bisa menyampaikan pendapat dan tanggapan dalam internet.
Itulah sekilas mengenai pengertian internet secara global yang di dalamnya tersimpan jutaan bahkan jauh lebih banyak dari pada itu ilmu dan informasi yang dapat di ketahui jika mengakses internet. Semoga penjelasan singkat diatas dapat bermanfaat.